Iman dalam Islam Bukanlah Dogma

Pendahuluan

Bertahun-tahun sudah kita mendengarkan tuduhan-tuduhan dari orang sekuler mengenai terhadap iman dalam agama Islam sebagai dogma. Mirisnya, kebanyakan saudara seiman kita malah terpengaruh dan menganggap tuduhan tersebut sebagai kebenaran, padahal itu adalah kesalahpahaman yang sangat fatal bagi kaum muslimin karena dapat mendangkalkan akidah. Oleh karena itu, pembahasan kali ini akan mengupas secara singkat dan lugas tentang Iman dalam Islam adalah bukan lah dogma. Kedua istilah tersebut (dogma dan Iman) dicapai melalui suatu pengantaran yang disebut doktrin. Doktrin adalah pengajaran atau memberikan pemahaman/pandangan secara sistematis, dengan perbedaan doktrin keduanya (doktrin dogma dan doktrin iman) terletak pada sumber rujukannya.

Apa itu dogma ?

Dogma merupakan keyakinan yang diterima sebagai kebenaran mutlak tanpa mencari tau asal usulnya. Secara epistemologis, dogma adalah kajian tentang dasar pengetahuan bersumber pada keyakinan bersifat absolut dan otoritatif. Keyakinan dogma didasarkan oleh suatu otoritas tanpa memperdulikan atau tanpa mempertanyakan keabsahannya. Otoritas pen-doktrin dogma dalam hal ini adalah berasal dari manusia atau lembaga yang bermaksud memperoleh tujuan tertentu.

Apa itu Iman ?

Iman merupakan penerimaan keyakinan terhadap suatu kebenaran mutlak karena sudah terbukti keabsahannya. Secara epistemologis, iman adalah kajian tentang asal; dasar; serta cara mencapai suatu keyakinan terhadap kebenaran akan keilahian. Keyakinan iman bersumber dari rujukan yang bersifat otentik. Makna otentik dalam hal ini adalah rujukan bersifat asli, benar, sah, rasional dan dapat dipercaya. Syarat suatu rujukan bersifat otentik adalah tidak berubah dari sumber aslinya, tidak tercemar oleh penambahan atau pengurangan, dan dapat diverifikasi keasliannya melalui bukti yang sah. Dengan kata lain rujukan otentik yang dimaksud dalam hal ini adalah Al-Qur'an.

Perbedaan lanjutan antara dogma dan Iman:

  • Dalam hal keterbukaan

Dogma terkenal dengan anti-kritik karena bersifat otoritatif sehingga cenderung tertutup, sedangkan Islam terkenal dengan memberi tantangan kepada siapapun untuk mempertanyakan asal dan dasar iman sehingga lebih terbuka.

  • Dalam hal rasional

Dogma menutup akal, karena dasar dogma adalah percaya tanpa mempertanyakan asal-muasalnya. Sedangkan iman menuntun akal, karena dasar iman adalah percaya dengan cara mengetahui perkara dengan bukti rasional.

  • Dalam hal sumber rujukan

Dogma bersumber dari rujukan buatan makhluk, yaitu rujukan yang dapat berubah-ubah sewaktu-waktu. Sedangkan iman bersumber dari rujukan otentik ciptaan Sang Khalik, yaitu rujukan yang tetap terjaga keasliannya selama berabad-abad.

Penutup

Kesimpulan yang diperoleh dari tulisan ringkas ini adalah Islam menolak keras dogma atau percaya buta, karena islam itu memiliki dasar iman yang dapat dibuktikan secara rasional.

Comments